Logo
Home
Products
Trading
Insights
Campaigns
About Us
imgimg
Market Analysis
Minyak Melejit Ke USD 65 Jika Serangan Gaza Enam Bulan?
Minyak Melejit Ke USD 65 Jika Serangan Gaza Enam Bulan?
Adam Ibrahim Aji · 3.8K Views

 

Taktik Militer yang Lama dan Risiko Pasokan Global

 

 

Sumber-sumber Israel menyebut bahwa operasi militer untuk mendapatkan kendali penuh atas Gaza City akan memakan waktu setidaknya enam bulan, sebuah skenario yang dianggap memperburuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Saat Israel memperluas aksi militer di Gaza dan menyerukan evakuasi warga sipil dari pusat kota, kekhawatiran atas gangguan pasokan minyak akibat potensi eskalasi konflik bertambah. Operasi skala besar seperti ini bisa memicu buru-buru pasar terhadap aset safe-haven dan komoditas seperti minyak jatuh di area pasokan sensitif [turn0search0] dari Reuters melaporkan bahwa operasi sudah memasuki tahap awal dengan mobilisasi cadangan tentara dan kontrol sebagian wilayah pinggiran Gaza City.

 

Pasokan minyak global rentan terhadap gangguan dari konflik di Timur Tengah terutama jika jalur distribusi minyak dan rute pengiriman laut terpengaruh atau jika negara-negara penghasil minyak takut implikasi politis atau keselamatan terhadap produksi mereka.

 

 

Potensi Reaksi dan Target Minyak ke US$65

 

 

Harga minyak mentah seperti WTI (USOIL) berpotensi melonjak ke kisaran US$65 per barel jika kekhawatiran atas pasokan meningkat semakin nyata, terutama saat pasar mulai memprediksi operasi panjang di Gaza akan mengganggu eksport atau impor minyak dari atau melalui negara-negara tetangga atau pelabuhan strategis. Momentum kenaikan akan semakin dipicu bila ada sanksi baru terhadap negara-negara yang mendukung atau terlibat logistik dalam konflik.

 

Namun, beberapa pembalikan teknikal bisa muncul jika laporan menunjukkan bahwa operasi berlangsung lamban atau ada perundingan damai yang mengejutkan.

 

 

Strategi Trading USOIL: Entry, Stop-Loss & Take-Profit

 

 

Untuk trader minyak yang ingin memanfaatkan momentum ini:

 

Entry Long USOIL bisa dipertimbangkan ketika harga mendekati support teknikal di kisaran US$61-62 per barel dan menunjukkan tanda rebound seperti candle bullish atau volume beli meningkat.

 

Set Stop-Loss di bawah level support tersebut, sekitar US$60 per barel, agar terlindungi jika harga menembus support dan momentum bullish gagal.

 

Set Take-Profit di target pertama sekitar US$65 per barel jika terdapat tekanan pasokan yang kuat. Bila momentum sangat kuat, target lebih lanjut bisa diarahkan ke US$68 per barel, terutama jika operasi militer meningkat dan gangguan pasokan nyata terjadi.

 

Jika ada konfirmasi bahwa konflik mereda atau pasokan bisa dipastikan aman dalam jangka pendek, ada baiknya mengambil profit parsial di US$65 dan menggunakan trailing stop agar profit tetap terlindungi.