Logo
Home
Products
Trading
Insights
Campaigns
About Us
imgimg
Market Analysis
4 Aset Potensial: Emas ke $3.900 & Minyak ke $62
4 Aset Potensial: Emas ke $3.900 & Minyak ke $62
Adam Ibrahim Aji · 76.7K Views

 

 

Shutdown AS Pecahkan Rekor Terpanjang, 4 Aset Ini Jadi Fokus Pasar

 

 

Pemerintahan Amerika Serikat kini memasuki hari ke-36 shutdown, menjadikannya penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah negara tersebut. Kondisi ini menunda berbagai publikasi data ekonomi penting, meningkatkan ketidakpastian fiskal, serta memperburuk sentimen terhadap aset berisiko. Investor kini beralih ke aset safe-haven seperti dolar AS dan emas, sementara pasar global menantikan rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) dengan ekspektasi pertumbuhan tenaga kerja hanya sekitar 75.000 pekerjaan.

 

Ekspektasi pasar terbagi dua. Jika data NFP jauh di bawah ekspektasi, peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve akan meningkat dan dapat melemahkan dolar. Namun, jika hasilnya kuat, sentimen risk-on bisa tertekan dan memicu penguatan dolar AS lebih lanjut. Dalam konteks ini, empat aset utama menjadi perhatian: emas (XAUUSD), minyak mentah (USOIL), indeks Hang Seng (HK50), dan pasangan USDCHF.

 

 

Emas (XAUUSD): Potensi Turun ke $3.900

 

 

Harga emas saat ini bergerak di sekitar USD 4.012 per ons setelah reli singkat sebelumnya. Tekanan terhadap emas meningkat setelah data menunjukkan aliran keluar besar-besaran dari ETF berbasis emas seperti GLD, yang mencatat rekor mingguan terbesar. Hal ini menandakan bahwa investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset safe-haven seiring menurunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

 

Dari sisi fundamental, imbal hasil obligasi AS yang masih tinggi dan dolar yang menguat menjadi hambatan bagi pergerakan emas. Jika tekanan jual berlanjut, harga berpotensi turun menuju area USD 3.900 per ons dalam waktu dekat.

 

Rekomendasi XAUUSD:


Entry Sell 3.995, Stop Loss 4.025, Take Profit 3.930.

 

 

Minyak Mentah (USOIL): Peluang Naik ke $62

 

 

Harga minyak mentah WTI saat ini berada di kisaran USD 60,27 per barel dengan prospek kenaikan menuju USD 62. Dorongan datang dari meningkatnya permintaan energi menjelang musim dingin serta potensi penurunan stok minyak di AS.

 

Lembaga Energy Information Administration (EIA) memperkirakan harga minyak Brent akan rata-rata berada di sekitar USD 62 per barel pada kuartal IV 2025. Dengan pasokan global yang masih ketat dan permintaan yang mulai meningkat, peluang harga minyak menembus target USD 62 dalam jangka pendek cukup terbuka.

 

Rekomendasi USOIL:


Entry Buy 59.70, Stop Loss 58.00, Take Profit 61.30.

 

 

Hang Seng (HK50): Momentum Positif Menuju 26.600

 

 

Indeks Hang Seng saat ini diperdagangkan di kisaran 25.343 poin dengan peluang naik menuju 26.600. Dukungan datang dari aliran modal yang kembali mengalir ke Hong Kong, terutama dari investor domestik dan daratan Tiongkok, seiring dengan kebijakan stimulus ekonomi dan optimisme terhadap perbaikan hubungan dagang AS–Tiongkok.

 

Outlook ekonomi Tiongkok yang direvisi naik juga memberikan dukungan tambahan bagi indeks ini. Selama tidak ada gangguan signifikan dari geopolitik, momentum positif Hang Seng berpotensi membawa indeks menuju target 26.600.

 

Rekomendasi HK50:


Entry Buy 26.000, Stop Loss 25.700, Take Profit 26.600.

 

 

USDCHF: Dolar Menguat, Target ke 0.8135

 

 

Pasangan USDCHF saat ini berada di sekitar 0.8097 dengan potensi naik menuju 0.8135. Dolar AS menguat terhadap franc Swiss karena perbedaan kebijakan moneter antara The Fed dan Swiss National Bank (SNB). Sementara SNB masih mempertahankan sikap dovish untuk mendukung ekspor, yield obligasi AS yang tetap menarik membuat dolar menjadi pilihan utama investor global.

 

Selama harga mampu bertahan di atas area support 0.8050, momentum penguatan dolar berpeluang membawa USDCHF menembus area 0.8135.

 

Rekomendasi USDCHF:

Entry Buy 0.80700, Stop Loss 0.80500, Take Profit 0.81350.

 

 

Shutdown terpanjang dalam sejarah AS dan ketidakpastian menjelang rilis data NFP membuat pasar global bergerak hati-hati. Emas menghadapi tekanan jual di tengah penguatan dolar, sementara minyak mentah dan Hang Seng menunjukkan potensi penguatan berkat dorongan fundamental yang kuat. Di sisi lain, USDCHF tetap solid dengan arah penguatan yang konsisten. Trader disarankan tetap disiplin terhadap level entry, stop loss, dan take profit agar peluang profit optimal dengan risiko tetap terkendali.