


Dalam trading futures, memahami tick size dan tick value adalah hal mendasar yang sering diabaikan trader pemula. Padahal, dua konsep ini sangat menentukan besar kecilnya risiko, potensi profit, hingga penempatan stop loss dan target. Tanpa pemahaman yang tepat, trader bisa salah menghitung eksposur hanya karena pergerakan harga yang terlihat kecil di chart.
Tick merupakan satuan perubahan harga paling kecil yang diperbolehkan pada sebuah kontrak futures. Setiap produk futures memiliki aturan tick yang berbeda, tergantung pada bursa dan karakteristik instrumennya. Karena itu, memahami tick bukan hanya soal teknis, tetapi juga bagian penting dari manajemen risiko.
Pengertian Tick Size dalam Futures
Tick size adalah pergerakan harga minimum yang dapat terjadi pada suatu kontrak futures. Jika harga tidak bisa bergerak lebih kecil dari nilai tertentu, maka nilai tersebut disebut sebagai tick size. Misalnya, jika tick size sebuah kontrak adalah 0.1, maka harga hanya bisa bergerak 0.1, 0.2, 0.3, dan seterusnya, tidak bisa 0.05 atau 0.07.
Dalam praktiknya, tick size ditentukan langsung oleh bursa berjangka. Kontrak futures emas, minyak, indeks saham, hingga mata uang masing-masing memiliki tick size yang berbeda. Perbedaan ini membuat setiap produk memiliki karakter volatilitas dan risiko yang unik, meskipun sama-sama bergerak cepat.
Contoh Tick Size pada Produk Futures
Sebagai contoh, gold futures memiliki tick size yang relatif kecil karena harga emas bergerak aktif dan likuid. Sementara itu, indeks futures seperti S&P 500 atau NASDAQ memiliki tick size yang disesuaikan dengan nilai kontrak yang besar. Minyak mentah juga memiliki tick size tersendiri yang berkaitan erat dengan dinamika supply dan demand energi global.
Dengan mengetahui tick size, trader dapat memahami seberapa halus atau kasar pergerakan harga suatu kontrak. Ini penting untuk menentukan apakah suatu produk cocok untuk scalping, day trading, atau swing trading.
Pengertian Tick Value dalam Futures
Jika tick size menunjukkan seberapa kecil harga bisa bergerak, maka tick value menjelaskan berapa nilai uang dari satu pergerakan tick tersebut. Tick value adalah nilai moneter yang diperoleh atau hilang setiap kali harga bergerak satu tick.
Tick value tidak selalu sama dengan tick size. Dua kontrak bisa memiliki tick size yang mirip tetapi tick value yang sangat berbeda, tergantung pada ukuran kontrak atau contract size. Inilah alasan mengapa trader futures wajib memahami tick value sebelum membuka posisi.
Cara Menghitung Tick Value
Secara umum, tick value dihitung dengan mengalikan tick size dengan nilai kontrak. Jika sebuah kontrak gold futures memiliki tick size tertentu dan setiap pergerakan tick bernilai sekian dolar, maka itulah tick value yang akan memengaruhi profit dan loss secara langsung.
Sebagai ilustrasi sederhana, jika satu tick bernilai 10 dolar, maka pergerakan 5 tick berarti perubahan nilai sebesar 50 dolar. Perhitungan ini berlaku baik untuk keuntungan maupun kerugian, sehingga tick value menjadi komponen utama dalam perencanaan risiko.
Hubungan Tick Size dan Tick Value terhadap Risiko
Tick size dan tick value bekerja bersama dalam menentukan risiko trading. Tick size memengaruhi seberapa sering harga bergerak, sedangkan tick value menentukan dampak finansial dari pergerakan tersebut. Produk dengan tick value besar akan terasa lebih agresif karena pergerakan kecil saja bisa berdampak signifikan pada saldo akun.
Karena itu, trader perlu menyesuaikan ukuran posisi dengan tick value, bukan hanya melihat chart secara visual. Banyak kesalahan terjadi ketika trader merasa pergerakan harga kecil, padahal nilai tick-nya besar.
Baca Juga: Apa Itu Blue Chip Stocks? Contoh dan Keunggulannya
Dampak Tick pada Penempatan Stop Loss dan Target
Penentuan stop loss dalam futures harus mempertimbangkan tick size. Stop loss yang terlalu dekat bisa mudah tersentuh oleh fluktuasi normal, sedangkan stop loss yang terlalu jauh bisa memperbesar risiko secara tidak proporsional.
Dengan memahami tick value, trader dapat menghitung secara presisi berapa risiko maksimum dalam satu transaksi. Misalnya, jika stop loss berada 10 tick dari entry dan setiap tick bernilai 5 dolar, maka risiko per posisi adalah 50 dolar. Pendekatan ini membuat risk management lebih objektif dan konsisten.
Tick Size dan Tick Value pada Produk Populer
Gold futures dikenal memiliki kombinasi tick size kecil dan tick value yang signifikan, sehingga sangat sensitif terhadap sentimen global seperti suku bunga dan geopolitik. Oil futures memiliki karakter berbeda karena sangat dipengaruhi oleh berita supply dan kebijakan energi. Indeks futures seperti S&P 500 memiliki tick value yang relatif besar, sehingga sering digunakan trader profesional untuk mengelola eksposur makro.
Untuk trader yang ingin memahami dan mempraktikkan perhitungan tick secara langsung, KVB Indonesia menyediakan akses ke berbagai produk futures trading dengan spesifikasi kontrak yang transparan dan eksekusi cepat.
Pentingnya Tick dalam Strategi Trading Futures
Tick bukan sekadar istilah teknis, tetapi fondasi dari strategi futures yang sehat. Trader yang memahami tick size dan tick value akan lebih disiplin dalam menentukan lot, stop loss, dan target profit. Hal ini juga membantu menghindari overtrading dan kesalahan perhitungan risiko yang sering terjadi pada trader pemula.
Dengan pendekatan berbasis tick, trading futures menjadi lebih terukur dan berbasis data, bukan sekadar feeling atau asumsi visual dari chart.
Bagi trader yang ingin mulai memahami futures secara lebih profesional dan menerapkan manajemen risiko yang tepat sejak awal, Registrasi Sekarang melalui platform resmi KVB Indonesia dan pelajari spesifikasi kontrak secara menyeluruh sebelum masuk ke pasar.

