KVB Logo
Home
Products
Trading
Insights
Campaigns
About Us
imgimg
Market Analysis
Market Reset di Awal Tahun: Sentimen Risk-On Bertahan?
Market Reset di Awal Tahun: Sentimen Risk-On Bertahan?
Orpa Rejoice · 7.3K Views

 

Market reset di awal tahun adalah fase ketika pelaku pasar global mulai menyusun ulang posisi investasi setelah penutupan buku di akhir tahun sebelumnya. Pada periode ini, terjadi rotasi portofolio dan year-opening positioning yang dilakukan oleh investor institusi maupun ritel untuk menyesuaikan eksposur terhadap aset risiko. Rebalancing portofolio institusi sering kali berdampak pada aliran dana lintas aset, mulai dari saham, forex, emas hingga komoditas lainnya. Selain itu, rilis data ekonomi awal tahun juga berperan penting karena menjadi acuan utama dalam membaca arah kebijakan bank sentral global ke depan.

 

 

Faktor yang Menentukan Sentimen Risk-On di Pasar Global

 

Keberlanjutan sentimen risk-on sangat bergantung pada ekspektasi pasar terhadap suku bunga dan kebijakan bank sentral utama dunia. Jika pelaku pasar menilai bahwa risiko ekonomi masih terkendali dan likuiditas global tetap cukup longgar, maka keberanian mengambil risiko cenderung meningkat. Pergerakan dolar AS, yield Treasury, serta kondisi likuiditas global biasanya menjadi barometer utama dalam menilai kekuatan risk-on. Di saat yang sama, performa saham teknologi dan indeks utama global sering dijadikan tolok ukur apakah optimisme investor masih bertahan atau mulai melemah.

 

 

Dampaknya ke Forex, Saham, dan Komoditas

 

Pada pasar forex, sentimen risk-on umumnya mendorong aliran modal menuju mata uang berisiko seperti AUD, NZD, atau beberapa emerging markets, sementara dolar AS berpotensi melemah jika kebutuhan aset aman berkurang. Di pasar saham, minat risiko yang meningkat biasanya tercermin dari penguatan indeks utama dan sektor siklikal. Untuk komoditas, khususnya emas dan safe haven lainnya, sentimen risk-on dapat menekan harga karena investor lebih memilih aset berisiko demi potensi imbal hasil yang lebih tinggi, meskipun faktor makro lain tetap dapat memengaruhi arah harga.

 

Skenario Jika Risk-On Bertahan vs Melemah

 

Jika sentimen risk-on bertahan, pasar berpotensi melanjutkan penguatan pada aset berisiko dengan volatilitas yang relatif terjaga. Namun, jika terjadi perubahan arah menuju risk-off akibat pelemahan ekonomi, penguatan dolar AS, atau lonjakan yield Treasury, maka pasar dapat mengalami koreksi yang lebih luas. Dalam kondisi ini, emas dan safe haven lain berpeluang kembali diminati. Karena itu, trader perlu memperhatikan indikator teknikal dan fundamental seperti pergerakan indeks saham global, yield obligasi, DXY, serta data ekonomi utama yang dapat memicu perubahan sentimen secara tiba-tiba.

 

 

Implikasi untuk Trader di Awal Tahun

 

Awal tahun sering menjadi periode yang menarik sekaligus menantang. Trader perlu menyiapkan strategi manajemen risiko yang disiplin karena market reset kerap menghadirkan pergerakan tajam, terutama pada aset volatil. Momentum trading dapat dimanfaatkan ketika arah sentimen sudah mulai jelas, namun tetap penting untuk mengikuti kalender ekonomi agar tidak terjebak pergerakan mendadak saat rilis data penting. Konsistensi pada rencana trading dan pemahaman terhadap dinamika risk-on dan risk-off menjadi kunci dalam menghadapi fase awal tahun.

 

image.png

 

Platform trading aman teregulasi di KVB

 

Untuk mengakses pasar saham global, forex, komoditas, dan metals melalui broker resmi dan teregulasi, Anda dapat mengunjungi Broker KVB Indonesia. Jika Anda siap memulai trading, buka akun melalui Daftar Akun KVB Indonesia dan nikmati pengalaman trading yang aman, profesional, dan transparan.