KVB Logo
Home
Products
Trading
Insights
Campaigns
About Us
imgimg
Market Analysis
Dampak Kenaikan Upah dan Data Tenaga Kerja AS terhadap Pergerakan USD
Dampak Kenaikan Upah dan Data Tenaga Kerja AS terhadap Pergerakan USD
Orpa Rejoice · 5.2K Views

 

 

Data tenaga kerja Amerika Serikat, khususnya Non-Farm Payroll (NFP) dan pertumbuhan upah, merupakan salah satu rilis ekonomi yang paling diperhatikan oleh pasar global. Perubahan kondisi tenaga kerja AS tidak hanya mempengaruhi perekonomian domestik, tetapi juga berdampak besar terhadap nilai tukar dolar AS (USD), ekspektasi suku bunga The Fed, serta pergerakan pasar forex secara keseluruhan.

 

Bagi trader, memahami hubungan antara kenaikan upah, kondisi tenaga kerja, dan USD menjadi sangat penting karena rilis data ini sering kali memicu volatilitas tinggi pada pair utama seperti EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, serta komoditas seperti emas.

 

Baca Juga:  Cek Kesehatan Cash Flow Statement Perusahaan 

 

Mengapa Data Tenaga Kerja AS Sangat Berpengaruh?

 

Ekonomi AS sangat bergantung pada konsumsi rumah tangga. Ketika tenaga kerja kuat dan upah meningkat, daya beli masyarakat naik, ekonomi menguat, dan inflasi berpotensi terdorong. Di sinilah The Federal Reserve (The Fed) masuk memainkan peran.

 

Jika data tenaga kerja menunjukkan pasar kerja yang kuat, investor biasanya menilai bahwa The Fed cenderung mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama atau bahkan menaikkan suku bunga lagi untuk mengontrol inflasi. Kondisi ini biasanya memperkuat USD karena return aset berbasis dolar menjadi lebih menarik.

 

Sebaliknya, bila data tenaga kerja melemah, pasar akan menilai bahwa The Fed memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter sehingga USD cenderung melemah.

 

Peran Kenaikan Upah dalam Pergerakan USD

 

Salah satu komponen penting dari laporan tenaga kerja adalah Average Hourly Earnings, atau pertumbuhan upah rata-rata per jam. Angka ini berfungsi sebagai indikator tekanan inflasi yang berasal dari sisi upah.

 

Jika upah naik lebih tinggi dari ekspektasi, pasar akan menilai bahwa biaya tenaga kerja meningkat, yang bisa mendorong harga barang dan jasa naik. Kenaikan upah yang agresif sering dipandang sebagai sinyal bahwa inflasi masih berisiko naik, sehingga The Fed harus berhati-hati dalam menurunkan suku bunga.

 

Dalam kondisi seperti ini, USD biasanya mendapatkan dukungan karena pasar mengantisipasi suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

 

Namun sebaliknya, bila pertumbuhan upah melemah, pasar akan menilai tekanan inflasi mulai mereda sehingga ekspektasi penurunan suku bunga meningkat. Kondisi ini dapat menekan USD.

 

 

Peran NFP dan Tingkat Pengangguran

 

Selain upah, pasar juga memantau sektor tenaga kerja melalui dua indikator utama: Non-Farm Payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran (unemployment rate).

 

Jika NFP menunjukkan pertambahan lapangan kerja yang jauh di atas ekspektasi, pasar biasanya menilai ekonomi AS masih sangat kuat. Tingkat pengangguran yang rendah mengonfirmasi kuatnya permintaan tenaga kerja. Kombinasi ini cenderung mendukung penguatan USD.

 

Namun bila NFP turun signifikan, terutama jika diikuti kenaikan pengangguran, pasar akan melihat sinyal perlambatan ekonomi. Ekspektasi pelonggaran kebijakan meningkat dan USD berpotensi melemah.

 

Yang sering terjadi, pergerakan USD bukan hanya berdasarkan satu angka, tetapi gabungan beberapa komponen. Misalnya, NFP kuat tetapi kenaikan upah turun — pasar bisa menilai data ini “netral” karena tekanan inflasi berkurang meski tenaga kerja tetap solid.

 

 

Dampak Langsung ke Pasar Forex dan Emas

 

 

Rilis data tenaga kerja AS sering memicu lonjakan volatilitas pada forex dan emas. USD biasanya menguat saat data mendukung kebijakan moneter ketat, sedangkan emas (XAU/USD) cenderung melemah ketika USD dan yield Treasury naik.

 

Namun ketika data menunjukkan pelemahan ekonomi, USD melemah dan emas justru mendapat dukungan karena investor mencari aset lindung nilai.

 

Trader perlu berhati-hati karena pergerakan awal saat rilis data seringkali bersifat emosional sebelum pasar membentuk arah yang lebih stabil.

 

Implikasi bagi Trader

 

Memahami konteks kebijakan moneter sangat penting. Kenaikan upah tidak selalu berarti USD pasti menguat. Dampaknya sangat tergantung pada fase siklus kebijakan The Fed, apakah bank sentral sedang dalam fase menaikkan suku bunga atau menuju pelonggaran.

 

Trader yang memantau ekspektasi suku bunga, komentar pejabat The Fed, serta tren inflasi akan memiliki gambaran lebih jelas bagaimana pasar bereaksi terhadap data tenaga kerja.

 

 

image.png

 

Platform Trading Aman & Teregulasi untuk Forex di KVB Indonesia

 

Untuk Anda yang ingin trading forex, logam mulia, indeks, hingga komoditas di broker resmi dan teregulasi, Anda dapat mempelajari produk forex melalui halaman Forex KVB Indonesia dan membuka akun trading melalui Register KVB Indonesia.

 

Dengan spread kompetitif, ekosistem trading profesional, serta edukasi berkelanjutan, KVB Indonesia mendukung trader Indonesia dalam mengambil keputusan berdasarkan analisis yang matang.