KVB Logo
Home
Products
Trading
Insights
Campaigns
About Us
imgimg
Market Analysis
Trade War Dorong Emas, Saham Nike & Alibaba Menguat
Trade War Dorong Emas, Saham Nike & Alibaba Menguat
Adam Ibrahim Aji · 65K Views

 

 

Trade War Global Angkat Safe Haven, Pasar Saham Selektif

 

 

Pasar keuangan global kembali berada di bawah tekanan pada 21 Januari 2026 setelah muncul eskalasi ketegangan dagang baru. Ancaman Presiden Amerika Serikat untuk menerapkan tarif tambahan terhadap beberapa negara Eropa memicu kekhawatiran bahwa konflik ini dapat berkembang menjadi perang dagang global. Kondisi tersebut membuat indeks saham global tertekan dan mendorong arus modal berpindah ke aset safe haven.

 

Pelemahan dolar AS menjadi salah satu dampak langsung dari meningkatnya risiko geopolitik ini. Di sisi lain, emas dan perak melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah, mencerminkan meningkatnya permintaan lindung nilai dari investor yang berupaya melindungi portofolionya di tengah ketidakpastian global.

 

 

Emas dan Perak Bertahan Kuat di Tengah Risiko Global

 

 

Harga emas XAUUSD saat ini bergerak di kisaran 4.590 dolar AS per ons setelah mencetak rekor tertinggi pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh kombinasi risiko geopolitik, kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve, serta prospek pelonggaran kebijakan moneter dalam jangka panjang. Meski sempat terjadi koreksi teknikal akibat aksi ambil untung, tren utama emas masih menunjukkan arah bullish selama sentimen global tetap defensif.

 

Perak XAGUSD juga mencatat lonjakan signifikan dan diperdagangkan di sekitar 92,5 dolar AS per ons. Selain faktor safe haven, kuatnya permintaan industri turut menopang kenaikan harga perak. Kekhawatiran kenaikan tarif global dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar membuat logam mulia ini tetap menarik dalam jangka menengah.

 

 

Peluang Saham Nike dan Alibaba di Tengah Volatilitas

 

 

Di tengah tekanan global, beberapa saham berfundamental kuat masih menawarkan peluang menarik, terutama dari sektor consumer dan teknologi.

 

Saham Nike menunjukkan potensi pemulihan setelah sebelumnya tertekan oleh kondisi ekonomi global dan tekanan margin. Penguatan merek, perbaikan strategi distribusi, serta fokus pada event besar seperti FIFA World Cup 2026 diperkirakan dapat mendorong lonjakan permintaan produk. Program pemasaran berskala besar dan penataan ulang hubungan dengan mitra ritel menjadi faktor pendukung pemulihan kinerja perusahaan.

 

Rekomendasi Nike NKE berada pada posisi buy di area 67 dengan stop loss di 61 dan target take profit di 70. Level ini mencerminkan strategi mengikuti potensi pemulihan harga dengan risiko yang masih terukur.

 

Sementara itu, saham Alibaba tetap menjadi sorotan di kawasan Asia, didukung oleh pertumbuhan segmen cloud computing dan pengembangan teknologi AI. Meskipun ekonomi China masih menghadapi tantangan, skala ekosistem e-commerce Alibaba dan investasi jangka panjang di sektor digital memberikan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan perusahaan. Stabilnya konsumsi domestik dan peluang ekspansi global turut mendukung prospek kenaikan saham ini.

 

Rekomendasi Alibaba BABA berada pada posisi buy di area 167 dengan stop loss di 160 dan target take profit di 182. Strategi ini sejalan dengan potensi rerating saham jika sentimen terhadap teknologi Asia kembali membaik.