

Ketegangan Iran Dorong Harga Minyak Menguat
Harga minyak dunia kembali menguat setelah pasar mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta risiko gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah. Ketika kekhawatiran atas kemungkinan konflik meningkat, harga minyak Brent dan WTI menunjukkan penguatan signifikan karena investor mulai memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga komoditas energi. Sentimen ini tercermin dalam kenaikan beruntun pada harga minyak yang menunjukkan respons pasar terhadap kemungkinan gangguan pasokan, meskipun belum terjadi konflik berskala besar.
Iran merupakan salah satu produsen minyak besar dan berada dekat dengan jalur strategis Strait of Hormuz, yang merupakan rute utama keluar-masuknya sekitar 18-20 juta barel minyak per hari atau hampir sepertiga dari perdagangan minyak laut dunia. Ancaman atas kelancaran jalur ini selalu menjadi faktor pemicu volatilitas pasar minyak global.
Alasan Minyak Potensial Bullish ke $65-$66
Sentimen geopolitik yang memanas antara AS dan Iran membuat pelaku pasar memandang risiko gangguan pasokan meningkat. Ketika pasar mengantisipasi supply yang bisa terganggu, permintaan terhadap kontrak minyak berjangka meningkat yang pada akhirnya mendorong harga naik. Bahkan beberapa analis memperkirakan premi risiko geopolitik dapat menambah beberapa dolar per barel dari harga saat ini. Kondisi ini menciptakan momentum bullish yang berpeluang mendorong harga minyak Brent menembus level psikologis dan teknikal di kisaran $65 hingga $66 dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya.
Faktor lain seperti penurunan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat, kekhawatiran terhadap pasokan jangka pendek, serta hambatan produksi di beberapa wilayah turut memperkuat pandangan bullish. Di tengah pasar yang tetap sensitif terhadap berita geopolitik, level $65-$66 berfungsi sebagai target harga berikutnya jika sentimen negatif tidak segera mereda.
Rekomendasi Entry, Stop Loss & Take Profit
Berdasarkan kondisi teknikal dan sentimen pasar saat ini, berikut ini rekomendasi trading yang dapat dipertimbangkan:
Rekomendasi entry dilakukan setelah harga berhasil break dan retest area resistensi psikologis jangka pendek. Saran entry bisa ditempatkan di sekitar $62.20-$62.80, area di mana momentum bullish diperkirakan mendapatkan konfirmasi lanjutan dari sentimen geopolitik yang masih kuat.
Stop loss sangat penting untuk mengendalikan risiko jika sentimen membalik tajam. Untuk setup ini, level stop loss dapat diletakkan di bawah support kuat, yaitu $60.50. Level ini dipilih berdasarkan area support teknikal yang jika ditembus, kemungkinan harga akan kembali ke zona konsolidasi rendah.
Untuk target take profit, dua level utama dapat ditetapkan yaitu $65.00 sebagai target konservatif dan $66.00 sebagai target agresif jika momentum bullish berlanjut. Target di angka ini masuk akal karena area tersebut menjadi titik resisten psikologis berikutnya yang juga sering menjadi rintangan bagi harga minyak dalam fase kenaikan tajam.


