

Market Outlook 2 Februari 2026: Peluang Saham di Tengah Tekanan Dolar
Pasar keuangan global bergerak hati-hati setelah muncul kekhawatiran bahwa kebijakan Federal Reserve bisa tetap ketat lebih lama dari perkiraan. Penguatan dolar AS sempat menekan harga komoditas dan aset berisiko, namun di sisi lain membuka peluang pada saham dengan fundamental kuat yang mampu bertahan dalam kondisi ekonomi menantang.
Ketegangan geopolitik yang masih berubah-ubah juga membuat investor cenderung selektif dalam memilih instrumen. Dalam situasi seperti ini, saham perusahaan besar dengan fondasi bisnis kuat dan prospek jangka menengah yang jelas menjadi pilihan menarik. Dua saham yang mendapat sorotan dalam sesi ini adalah Intel dan Nike.
Intel (INTC) Didukung Transformasi Bisnis dan Permintaan Chip AI
Intel sedang menjalani fase transformasi besar melalui investasi di teknologi manufaktur terbaru dan pengembangan bisnis foundry. Langkah ini dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing perusahaan di industri semikonduktor global yang sangat kompetitif. Dukungan dari kebijakan pemerintah Amerika Serikat melalui program pengembangan industri chip domestik juga memberikan fondasi tambahan bagi ekspansi Intel.
Di sisi permintaan, pertumbuhan kebutuhan chip untuk kecerdasan buatan, data center, dan komputasi modern menjadi katalis penting. Jika Intel mampu meningkatkan efisiensi produksi dan memperbaiki margin, potensi pemulihan harga saham masih terbuka menuju area 52 dolar AS.
Rekomendasi trading untuk Intel adalah entry buy di area 44 dengan stop loss di 42 dan target take profit di 52.
Nike (NKE) Berpeluang Naik Seiring Pemulihan Kinerja
Nike mulai menunjukkan perbaikan kinerja setelah laporan pendapatan terbaru melampaui ekspektasi pasar. Kekuatan penjualan di Amerika Utara dan kawasan Eropa membantu menjaga stabilitas bisnis meskipun pasar China masih menghadapi tantangan. Hasil ini memberi sinyal bahwa fondasi bisnis Nike tetap kuat di tengah tekanan ekonomi global.
Selain itu, perbaikan manajemen inventaris, peningkatan permintaan grosir, serta inovasi produk baru menambah optimisme terhadap prospek jangka menengah perusahaan. Momentum global dari berbagai ajang olahraga besar juga berpotensi mendorong penjualan. Dengan dukungan faktor-faktor tersebut, saham Nike berpeluang bergerak naik menuju area 66 dolar AS.
Strategi yang direkomendasikan adalah entry buy di area 62 dengan stop loss di 60 dan target take profit di 66.
Pasar saat ini bergerak dalam suasana yang penuh kehati-hatian akibat kebijakan moneter yang ketat dan ketidakpastian global. Namun di tengah tekanan tersebut, saham dengan fundamental kuat tetap memiliki peluang untuk tumbuh. Intel dan Nike termasuk dalam kategori ini karena memiliki katalis bisnis jangka menengah yang jelas.


