KVB Logo
Home
Products
Trading
Insights
Campaigns
About Us
imgimg
Market Analysis
Faktor-Faktor Utama Penyebab Harga Emas Turun Tajam
Faktor-Faktor Utama Penyebab Harga Emas Turun Tajam
Orpa Rejoice · 10.2K Views

 

 

Harga emas dikenal sebagai aset safe haven yang sering naik saat ketidakpastian global meningkat. Namun dalam banyak situasi, harga emas juga bisa turun tajam secara mendadak, bahkan setelah mencetak level tertinggi baru. Kondisi ini sering membuat trader dan investor bertanya, kenapa harga emas bisa turun mendadak padahal inflasi tinggi atau situasi geopolitik masih panas.

 

Pergerakan emas tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan fisik, tetapi juga oleh faktor makroekonomi global seperti nilai tukar dolar AS, suku bunga The Fed, yield obligasi, serta sentimen pasar terhadap risiko.

 

Artikel ini membahas penyebab harga emas turun secara fundamental, faktor ekonomi utama yang memengaruhi XAU/USD, serta strategi yang perlu diperhatikan saat volatilitas tinggi.

 

Baca Juga: https://www.kvb.co.id/insights/market-analysis/59509 

 

Peran Dolar AS sebagai Penggerak Utama Harga Emas

 

Emas Turun karena Dolar Menguat

 

Salah satu penyebab paling umum harga emas anjlok adalah penguatan dolar AS. Hubungan emas dan dolar biasanya bersifat negatif. Ketika dolar menguat, harga emas cenderung turun karena emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain USD.

 

Apa pengaruh dolar AS terhadap emas? Dolar yang kuat menekan permintaan emas global, sehingga harga XAU/USD sering terkoreksi meskipun kondisi inflasi masih tinggi.

 

Karena itu, trader emas selalu memantau pergerakan Dollar Index (DXY) sebagai indikator penting.

 

Sentimen Safe Haven Beralih ke USD

 

Dalam kondisi tertentu, investor tidak hanya mencari emas sebagai safe haven, tetapi juga memilih dolar AS dan obligasi pemerintah. Jika pasar melihat USD lebih menarik karena yield tinggi, arus dana bisa keluar dari emas.

 

Hal ini membuat emas turun setelah all time high karena investor melakukan profit taking dan memindahkan dana ke aset berbasis dolar.

 

 

Dampak Kebijakan Suku Bunga The Fed terhadap Emas

 

Suku Bunga Tinggi Menekan Harga Emas

 

Emas adalah aset yang tidak memberikan bunga atau yield. Ketika The Fed menaikkan suku bunga, aset berbasis dolar seperti deposito dan obligasi menjadi lebih menarik dibanding emas.

 

Dampak suku bunga The Fed ke emas biasanya negatif karena opportunity cost memegang emas meningkat. Investor lebih memilih instrumen dengan imbal hasil tinggi, sehingga harga emas bisa turun tajam.

 

Inilah alasan emas sering melemah saat pasar memperkirakan kebijakan moneter hawkish.

 

Ekspektasi Rate Cut Bisa Mengubah Arah Emas

 

Sebaliknya, jika pasar memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga, emas biasanya menguat karena yield turun dan dolar melemah. Namun jika ekspektasi ini berubah mendadak, harga emas bisa berbalik turun cepat.

 

Perubahan ekspektasi suku bunga sering menjadi pemicu volatilitas besar pada XAU/USD.

 

 

Hubungan Yield Obligasi dan Harga Emas

 

Yield Naik, Emas Turun

 

Hubungan yield obligasi dan harga emas sangat penting dalam analisis fundamental. Yield obligasi AS yang naik biasanya menekan emas karena investor mendapatkan return lebih tinggi dari obligasi dibanding logam mulia.

 

Ketika yield naik tajam, harga emas sering mengalami koreksi signifikan. Ini karena pasar melihat instrumen fixed income menjadi lebih menarik.

 

Trader emas perlu memantau US Treasury yield sebagai indikator utama pergerakan emas.

 

Yield Real dan Inflasi

 

Banyak investor bertanya, kenapa harga emas turun padahal inflasi tinggi? Jawabannya sering terkait dengan yield real, yaitu yield obligasi dikurangi inflasi.

 

Jika yield real meningkat meskipun inflasi tinggi, emas tetap bisa turun karena return riil dari obligasi menjadi lebih kompetitif dibanding emas.

 

 

Data Ekonomi yang Memengaruhi Harga Emas

 

CPI, NFP, dan GDP sebagai Katalis

 

Data ekonomi AS seperti inflasi CPI, laporan tenaga kerja NFP, dan pertumbuhan GDP sering memicu pergerakan emas mendadak.

 

Jika data menunjukkan ekonomi kuat, pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga emas bisa turun tajam.

 

Sebaliknya, data lemah dapat mendorong emas naik karena ekspektasi pelonggaran moneter.

 

Reaksi Pasar yang Sering Tidak Linear

 

Harga emas tidak selalu bergerak sesuai logika sederhana. Kadang data inflasi tinggi justru membuat emas turun jika pasar melihat The Fed akan semakin agresif.

 

Inilah mengapa trader perlu memahami konteks pasar, bukan hanya angka headline.

 

 

Faktor Teknis dan Profit Taking Setelah Rally Besar

 

Koreksi Setelah All Time High

 

Emas sering mengalami koreksi tajam setelah rally besar. Ketika harga mencapai level tertinggi, banyak trader institusi melakukan profit taking untuk mengamankan keuntungan.

 

Kondisi ini menyebabkan tekanan jual besar dalam waktu singkat, sehingga harga emas terlihat anjlok meskipun fundamental jangka panjang masih kuat.

 

Likuidasi Posisi dan Volatilitas Tinggi

 

Saat volatilitas meningkat, posisi leverage tinggi dapat terkena margin call, sehingga terjadi likuidasi massal. Hal ini mempercepat penurunan harga emas dalam waktu singkat.

 

Trader perlu berhati-hati terutama saat news besar atau sesi market dengan volume tinggi.

 

 

Strategi Trading Emas Saat Volatilitas Tinggi

 

Fokus pada Manajemen Risiko

 

Strategi trading emas saat volatilitas tinggi harus selalu didukung stop loss dan ukuran lot yang sesuai. Emas dapat bergerak puluhan hingga ratusan poin dalam sehari, sehingga risiko tanpa kontrol sangat besar.

 

Trader disarankan menghindari overtrading dan menunggu konfirmasi arah market.

 

Kombinasi Fundamental dan Teknikal

 

Analisis fundamental membantu memahami penyebab emas turun tajam, sedangkan analisis teknikal membantu menentukan entry yang lebih presisi.

 

Menggabungkan keduanya akan membuat strategi trading XAU/USD lebih terukur dan tidak hanya berdasarkan spekulasi.

 

 

Platform Trading Aman dan Teregulasi di KVB

 

Pergerakan harga emas yang volatil membutuhkan broker yang aman dan teregulasi agar trader dapat mengelola risiko dengan lebih profesional.

 

Anda dapat mempelajari instrumen trading emas melalui Page Metals KVB Indonesia sebagai referensi resmi.

 

Bagi Anda yang ingin mulai trading XAU/USD dengan platform terpercaya, Anda dapat membuka akun melalui link pendaftaran resmi KVB dan mengakses peluang pasar emas global dengan lebih percaya diri.