


Krisis keuangan global adalah peristiwa besar yang mengguncang pasar saham, nilai tukar mata uang, perbankan, hingga perekonomian dunia. Dalam sejarah modern, krisis finansial tidak hanya terjadi sekali, tetapi berulang dalam berbagai bentuk, mulai dari crash saham, bubble teknologi, hingga krisis pandemi.
Banyak investor bertanya, krisis keuangan global terjadi tahun berapa saja dan apa penyebab krisis keuangan global 2008 yang paling terkenal. Memahami sejarah krisis penting bagi trader dan investor karena setiap krisis memberikan pelajaran tentang risiko, volatilitas, dan pentingnya manajemen portofolio.
Berikut beberapa krisis ekonomi global paling besar yang pernah terjadi dan dampaknya terhadap pasar dunia.
Great Depression (1929) – Krisis Terburuk Abad 20
Crash Pasar Saham AS
Great Depression dimulai dengan jatuhnya pasar saham Amerika Serikat pada Oktober 1929. Wall Street mengalami penurunan besar yang memicu kepanikan investor dan runtuhnya banyak institusi keuangan.
Peristiwa ini menjadi salah satu crash saham paling parah dalam sejarah modern.
Dampak Global
Dampaknya menyebar ke seluruh dunia, menyebabkan depresi ekonomi panjang, pengangguran massal, dan penurunan produksi industri secara drastis.
Krisis ini mengajarkan bahwa bubble saham dapat memicu kehancuran ekonomi yang luas.
Krisis Minyak Dunia (1973–1974)
Harga Minyak Melonjak Drastis
Pada awal 1970-an, embargo minyak oleh negara-negara OPEC menyebabkan harga minyak melonjak tajam. Lonjakan ini mengguncang ekonomi global karena energi menjadi faktor utama dalam aktivitas industri.
Inflasi Tinggi dan Resesi
Negara maju mengalami stagflasi, yaitu kombinasi inflasi tinggi dan ekonomi stagnan. Kondisi ini menciptakan tekanan besar bagi pasar keuangan.
Krisis ini menunjukkan bahwa faktor energi sangat menentukan stabilitas ekonomi dunia.
Black Monday (1987)
Pasar Saham Jatuh dalam Satu Hari
Black Monday terjadi pada 19 Oktober 1987 ketika Dow Jones turun lebih dari 20% dalam satu hari. Kejatuhan ini terjadi sangat cepat dan mengejutkan investor global.
Kepanikan Investor Dunia
Crash ini menular ke pasar Eropa dan Asia, menciptakan kepanikan luas.
Pelajaran penting dari Black Monday adalah bahwa panic selling dapat menciptakan krisis mendadak bahkan tanpa penyebab fundamental yang jelas.
Krisis Finansial Asia (1997–1998)
Dimulai dari Thailand
Krisis Asia dimulai dari jatuhnya mata uang Baht Thailand, kemudian menyebar ke Indonesia, Korea Selatan, dan Malaysia.
Dampak Besar di Indonesia
Di Indonesia, rupiah anjlok tajam, inflasi melonjak, dan banyak perusahaan bangkrut. Krisis ini menjadi salah satu peristiwa ekonomi paling berat di kawasan Asia.
Krisis ini mengajarkan bahwa utang luar negeri dan kurs yang rapuh dapat memicu krisis nasional.
Dot-Com Bubble (2000–2002)
Bubble Saham Teknologi Pecah
Pada awal 2000-an, euforia perusahaan internet menciptakan bubble besar. Ketika bubble pecah, valuasi perusahaan teknologi jatuh drastis.
Nasdaq Turun Tajam
Indeks Nasdaq mengalami penurunan besar, dan banyak investor kehilangan dana dalam jumlah signifikan.
Pelajaran utama adalah bahwa euforia sektor baru sering menciptakan bubble spekulatif.
Baca Juga: Kenapa Saham Nvidia Jadi Penggerak Utama Market Teknologi?
Global Financial Crisis (2008) – Krisis Subprime Mortgage
Penyebab Utama Krisis 2008
Apa penyebab krisis keuangan global 2008? Krisis ini dipicu oleh kredit rumah berisiko tinggi atau subprime mortgage di Amerika Serikat. Banyak pinjaman diberikan kepada debitur yang tidak mampu membayar.
Lehman Brothers Bangkrut
Kebangkrutan Lehman Brothers pada 2008 memicu krisis perbankan global karena sistem finansial saling terhubung.
Dampak ke Seluruh Dunia
Krisis ini menyebabkan resesi global, pasar saham crash, dan emas menguat sebagai safe haven.
Krisis 2008 menjadi contoh nyata bahwa sistem perbankan dunia sangat terintegrasi.
Krisis Utang Eropa (2010–2012)
Negara Terdampak
Beberapa negara seperti Yunani, Portugal, dan Spanyol mengalami krisis utang dan risiko gagal bayar.
Euro Tertekan
Pasar khawatir zona euro pecah, sehingga mata uang euro mengalami tekanan besar.
Pelajaran dari krisis ini adalah bahwa utang negara dapat mengguncang stabilitas mata uang global.
Krisis Pandemi COVID-19 (2020)
Ekonomi Global Berhenti Mendadak
Pandemi COVID-19 menyebabkan lockdown dan menghentikan aktivitas ekonomi global secara tiba-tiba.
Pasar Saham Jatuh Cepat
Pasar saham mengalami crash tajam, namun pulih karena stimulus besar dari bank sentral dan pemerintah.
Krisis ini menunjukkan bahwa krisis dapat datang dari faktor non-ekonomi seperti kesehatan global.
Krisis Inflasi dan Suku Bunga Tinggi (2022–2023)
Inflasi Global Melonjak
Inflasi dunia melonjak akibat perang Rusia-Ukraina dan gangguan supply chain pasca pandemi.
The Fed Menaikkan Suku Bunga Agresif
Kebijakan suku bunga tinggi mengguncang saham, crypto, dan pasar emerging market.
Pelajaran utama adalah bahwa kebijakan bank sentral menjadi penggerak utama market modern.
Banner Swap Promo KVB
Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian seperti krisis global, trader perlu memperhatikan efisiensi biaya dan manajemen risiko. Program seperti Swap Promo dapat memberikan fleksibilitas tambahan dalam mengelola posisi trading, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Platform Trading Aman dan Teregulasi di KVB
Memahami sejarah krisis keuangan global membantu trader dan investor lebih siap menghadapi volatilitas pasar. Untuk mengakses peluang trading global secara aman, diperlukan broker yang teregulasi dan transparan.
Anda dapat mempelajari layanan resmi melalui Homepage KVB Indonesia sebagai broker terpercaya.
Bagi Anda yang ingin mulai trading forex, emas, dan saham global dengan platform profesional, Anda dapat membuka akun melalui link pendaftaran resmi KVB dan mengakses pasar dengan lebih percaya diri.

