

Sentimen China Beli Minyak Venezuela Dorong Harga Brent Naik
Berita terbaru dari pasar energi global menunjukkan bahwa China telah membeli sebagian minyak Venezuela yang sebelumnya dibeli oleh Amerika Serikat, menurut pernyataan Energy Secretary Chris Wright. Informasi ini menjadi sorotan pelaku pasar karena menunjukkan dinamika baru dalam pasar minyak mentah dunia, di mana China, sebagai importir minyak terbesar di dunia, tetap aktif membeli pasokan minyak meskipun ada tekanan geopolitik dan regulasi baru dari Washington. Wright menyatakan bahwa “China telah membeli sebagian minyak mentah yang dijual oleh pemerintah AS”, meskipun detail rinciannya tidak diungkapkan secara publik.
Kondisi tersebut membentuk sentimen bullish di pasar minyak global karena menunjukkan bahwa permintaan dari China terhadap minyak Venezuelan masih kuat, bahkan ketika pasar berusaha menyesuaikan aliran pasokan setelah perubahan geopolitik signifikan di Venezuela dan kebijakan baru AS yang memberi kontrol penjualan minyak Venezuela kepada pihak Amerika. Hubungan ini bersamaan dengan upaya AS memperluas investasi di sektor energi Venezuela juga memperkuat asumsi bahwa produksi minyak global akan lebih stabil dan likuid dalam jangka pendek hingga menengah.
Analisa Pasar Harga Minyak dan Potensi Kenaikan ke 67
Dari sisi teknikal dan fundamental, sentimen positif dari pembelian China terhadap minyak Venezuelan berpotensi mendorong harga minyak mentah Brent untuk kembali menguat menuju level psikologis sekitar 67 USD per barel. Faktor ini didukung oleh harapan permintaan global yang tetap kuat, terutama dari Asia, serta pembatasan pasokan terkait geopolitik yang menahan distribusi minyak mentah yang lebih luas. Katalis seperti pembelian dari China seringkali dipandang sebagai indikator bahwa permintaan end-user tetap tangguh dan mampu menyerap pasokan ekstra yang masuk ke pasar global.
Secara teknikal, level psikologis 67 merupakan resistance penting yang jika berhasil ditembus, dapat membuka peluang rally lanjutan. Namun, tekanan dari stok yang meningkat atau kebijakan OPEC+ tetap bisa menciptakan volatilitas jangka pendek. Oleh sebab itu, pengelolaan risiko menjadi kunci dalam strategi trading minyak saat ini.
Rekomendasi Entry, Stop Loss dan Take Profit
Berdasarkan kombinasi analisa sentimen fundamental dan teknikal, berikut rekomendasi strategi trading minyak yang disesuaikan dengan kondisi pasar saat ini:
-
Entry direkomendasikan di kisaran 63–64 USD per barel, yakni sebelum momentum kenaikan lanjutan terbentuk jelas.
-
Stop Loss (SL) disarankan ditempatkan di bawah level support kuat yakni 61.50 USD, untuk meminimalkan risiko jika harga berbalik tajam.
-
Take Profit (TP) utama diarahkan ke resistance kunci 67 USD, yang mencerminkan target psikologis yang dipengaruhi oleh sentimen permintaan China dan dinamika geopolitik minyak global.
Strategi ini membantu trader untuk memanfaatkan momentum bullish jangka pendek hingga menengah sambil menjaga batasan risiko yang jelas jika sentimen pasar berubah cepat akibat berita atau data makro tak terduga lainnya.


