


Pergerakan pasar global pada 16 Maret 2026 dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Konflik ini membuat pasar keuangan global menjadi lebih volatil karena kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pemerintah AS sedang berdiskusi dengan beberapa negara untuk membantu mengamankan Selat Hormuz setelah Iran memblokir jalur tersebut sebagai respons atas serangan militer yang terjadi sebelumnya. Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilewati sekitar 20 persen pasokan minyak dunia sehingga setiap gangguan di wilayah tersebut dapat berdampak besar terhadap pasar energi global.
Trump juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat mendapat respons positif dari negara lain terkait upaya pengamanan jalur perairan tersebut, meskipun tidak menyebutkan secara spesifik negara yang terlibat. Ia juga mendesak China untuk ikut membantu mengamankan jalur tersebut mengingat ketergantungan China terhadap minyak Iran. Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa mereka masih memiliki kekuatan militer yang cukup dan siap mempertahankan diri dari kemungkinan serangan lanjutan.
Situasi geopolitik ini membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi dan meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS.
Pergerakan harga emas menunjukkan perubahan struktur pasar dari kondisi bullish menjadi bearish. Setelah sebelumnya membentuk puncak harga di sekitar area 5400, harga emas mengalami penurunan tajam lalu sempat melakukan retracement naik.
Namun kenaikan tersebut gagal menciptakan puncak baru dan hanya membentuk lower high di area 5180 hingga 5230. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa tekanan jual mulai mendominasi pasar. Area 5180 hingga 5230 saat ini berfungsi sebagai zona supply atau resistance kuat karena harga beberapa kali tertahan dan menunjukkan rejection pada area tersebut.
Selama harga emas masih bergerak di bawah zona resistance tersebut, kecenderungan pergerakan pasar masih bearish karena seller masih mengontrol arah harga. Saat ini harga berada di sekitar area 5020 yang menunjukkan bahwa market telah menembus support minor sebelumnya.
Break pada support tersebut membuka peluang penurunan lebih lanjut menuju area support berikutnya di sekitar 4950. Apabila tekanan jual terus berlanjut, harga emas berpotensi bergerak lebih dalam menuju area 4900 hingga 4860 sebagai target support selanjutnya.
Skenario bearish ini akan menjadi tidak valid apabila harga mampu kembali naik dan menembus area 5230 dengan penutupan candle yang kuat di atas zona tersebut. Jika hal itu terjadi, maka struktur bearish akan melemah dan harga berpotensi melakukan retracement menuju area 5300 atau lebih tinggi.
Pasangan mata uang EURUSD saat ini juga menunjukkan struktur pasar bearish yang ditandai dengan terbentuknya pola lower high dan lower low secara konsisten. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih cukup dominan dalam pergerakan harga.
Setelah harga berhasil menembus area support sebelumnya, trader biasanya menunggu koreksi jangka pendek menuju area resistance baru sebelum mempertimbangkan untuk membuka posisi sell atau short. Strategi ini sering digunakan untuk mengikuti tren yang sedang berlangsung.
Secara fundamental, pelemahan EURUSD juga didukung oleh penguatan dolar Amerika Serikat sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kenaikan harga minyak dunia. Situasi ini membuat investor lebih memilih dolar AS dibandingkan euro.
Selain itu, krisis energi dan risiko ekonomi di kawasan Eropa akibat konflik geopolitik juga turut menekan nilai mata uang euro sehingga meningkatkan peluang EURUSD untuk melanjutkan penurunan dalam jangka pendek. Dalam skenario trading yang disiapkan, area sell berada di sekitar 1.1508 dengan stop loss di 1.1570 dan target penurunan menuju 1.1378.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar global pada 16 Maret 2026. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran meningkatkan ketidakpastian di pasar serta memicu pergerakan pada berbagai instrumen trading.
Harga emas saat ini menunjukkan perubahan struktur dari bullish menjadi bearish dengan potensi penurunan menuju area support berikutnya jika tekanan jual terus berlanjut. Sementara itu pasangan mata uang EURUSD juga berada dalam tren turun karena penguatan dolar AS sebagai aset safe haven di tengah kondisi global yang tidak stabil.
Bagi trader yang ingin memanfaatkan peluang trading pada berbagai instrumen seperti emas, forex, indeks saham, dan komoditas global, trading dapat dilakukan melalui broker resmi seperti KVB Futures Indonesia yang menyediakan akses ke berbagai pasar keuangan global.
Disclaimer
Informasi yang disampaikan dalam artikel ini hanya bertujuan sebagai referensi dan edukasi pasar, bukan merupakan saran investasi atau ajakan untuk melakukan transaksi. Penulis dan pihak terkait tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini.