

Market Analysis
Market Insight: Suku Bunga Bakal Naik Lagi? Pergeseran Sikap The Fed Bikin Pasar Waspada
Market Insight: Suku Bunga Bakal Naik Lagi? Pergeseran Sikap The Fed Bikin Pasar Waspada
Orpa Rejoice · 7.7K Views

Hasil Risalah Rapat Kebijakan Federal Reserve 17-18 Maret lalu, menunjukkan bahwa beberapa pejabat dari 19 pejabat FOMC, memberikan dukungan adanya perubahan pernyataan pasca pertemuan kebijakan mereka, yang memberikan indikasi adanya peluang kenaikan suku bunga di masa mendatang. Dimana pertimbangan perubahan kebijakan suku bunga ini disebabkan oleh harga komoditas gas yang lebih tinggi akibat perang Iran yang akan memperburuk inflasi dalam beberapa bulan mendatang.
Meskipun pihak bank sentral AS tidak menyampaikan berapa orang pejabat yang mempertimbangkan adanya kenaikan suku bunga, namun jargon "beberapa" dinilai oleh pasar menunjukkan lebih banyak pejabat pengambil kebijakan yang memberikan pertimbangan tersebut.
Dalam risalah tersebut juga menunjukkan bahwa banyak pejabat yang memperhitungkan risiko terkait tingginya harga minyak mentah dan gas yang dapat menimbulkan lonjakan inflasi dalam Waktu yang lebih lama dibandingkan perkiraan sebelumnya, yang pada akhirnya memerlukan kenaikan suku bunga guna menakan laju inflasi mendekati target bank sentral.
Selama sekitar 18 bulan terakhir, The Fed cenderung menerapkan kebijakan pemangkasan suku bunga, dimana dalam pertemuan kebijakan selama ini menerapkan kebijakan pemangkasan dan mempertahankan suku bunga secara bergantian, sehingga pergeseran menuju pertimbangan potensi kenaikan suku bunga menjadi penanda perubahan besar dari tren sebelumnya.
Pergeseran perubahan sentimen pasar terhadap kebijakan suku bunga di tahun ini terpantau berubah, setelah sebelumnya para pelaku pasar memperkirakan adanya beberapa pemangkasan suku bunga di tahun ini, namun dengan konflik yang terjadi di Timur Tengah, yang membuat harga minyak mentah mengalami lonjakan tinggi sehingga berpotensi mendorong laju inflasi tetap tinggi, maka pada akhirnya investor tidak mengharapkan adanya kebijakan pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun 2027 mendatang.
Perubahan ini dapat terlihat dari keputusan Federal Reserve yang tetap mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan kebijakan bulan Maret lalu, seiring Jerome Powell yang meremehkan proyeksi dari sejumlah pejabat bank sentral yang memperkirakan bahwa The Fed dapat menurunkan suku bunganya setidaknya satu kali di tahun ini.
Pada dasarnya bank sentral menaikkan suku bunga mereka untuk mendinginkan perekonomian serta untuk memberikan tekanan terhadap laju inflasi, dan menurunkan suku bunga guna meningkatkan pertumbuhan sekaligus mendorong laju pengadaan lapangan kerja, sehingga saat ini The Fed akan menghadapi tantangan berupa peningkatan pengangguran serta laju inflasi yang lebih tinggi.
Beth Hammack selaku Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, pada awal pekan ini mengatakan bahwa perkiraan The Fed menunjukkan laju inflasi kemungkinan akan mengalami kenaikan lebih tinggi di bulan ini, dimana saat ini inflasi berada di atas target selama lebih dari lima tahun terakhir, yang mengindikasikan kekhawatiran umum di antara banyak pembuat kebijakan terkait peningkatan inflasi lebih lanjut.
Disclaimer: Informasi yang disampaikan dalam artikel ini hanya bertujuan sebagai referensi dan edukasi pasar, bukan merupakan saran investasi atau ajakan untuk melakukan transaksi. Penulis dan pihak terkait tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini.

