Logo
Home
Products
Trading
Insights
Campaigns
About Us
imgimg
Market Analysis
Market Analysis 16 April 2026: Dolar AS Tertekan, USD/JPY Berpotensi Melanjutkan Tren Penurunan
Market Analysis 16 April 2026: Dolar AS Tertekan, USD/JPY Berpotensi Melanjutkan Tren Penurunan
Orpa Rejoice · 8K Views

 

Fundamental

 
 
Pasangan mata uang USDJPY masih menghadapi tekanan jual di sesi perdagangan Asia dan Nampak masih kesulitan memanfaatkan kenaikan moderat dari sesi perdagangan sebelumnya hingga tetap dekat dengan level terendah mingguannya.
 
Pergerakan indeks Dollar mengalami keterpurukan dekat level terendahnya sejak awal Maret lalu, di tengah harapan gencatan senjata AS-Iran yang berkepanjangan, yang tetap memberikan dukungan bagi suasana pasar yang optimis terkait kelanjutan perundingan perdamaian yang melemahkan status Greenback sebagai mata uang cadangan global.
 
Mata uang Yen Jepang mendapat dukungan dari adanya spekulasi bahwa otoritas keuangan negara tersebut akan turun tangan untuk membendung pelemahan Yen, yang pada akhirnya berkontribusi bagi penurunan pasangan mata uang USDJPY. Namun masih tingginya kekhawatiran ekonomi akibat dari konflik Timur Tengah, berpotensi membatasi apresiasi Yen Jepang secara signifikan.
 
Hingga saat ini Jepang bergantung pada impor energi dari Kawasan Timur Tengah, sehingga blokade yang dilakukan oleh Angkatan Laut AS di Selat Hormuz yang membatasi lalu lintas pengiriman masuk dan keluar dari Iran, memberikan ancaman terhadap pembatasan aliran komoditas Minyak yang sudah terhenti sejak konflik dimulai. Hal ini akan memicu kekhawatiran terkait ekonomi Jepang yang akan mengalami tekanan substansial dalam waktu dekat dan sekaligus memberikan tekanan terhadap Yen Jepang.
 
Sementara itu Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama mengatakan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengenai nilai tukar dan keduanya telah bersepakat untuk menjaga dialog yang erat.
 
 

Teknikal

 
 
 
 
USDJPY saat ini masih bergerak di bawah awan Kumo dari indikator Ichimoku yang mengindikasikan pergerakan downtrend yang masih dominan, serta ditambah dengan signal Tenkan-Sen (merah) yang bergerak di bawah Kijun-Sen (biru) yang mengkonfirmasi momentum bearish yang masih aktif, sehingga secara keseluruhan market masih dalam fase continuation bearish di jangka pendek hingga menengah dan bukan sekedar koreksi.
 
Area resistance sebagai area penempatan posisi Sell Limit berada di 158.80 - 159.00 yang berada di dekat area Kijun Sen, sementara 159.20 menjadi strong resistance dekat dengan Kumo Cloud, sedangkan 158.20 - 158.00 menjadi level psikologis bagi pergerakan pasangan mata uang tersebut, sehingga jika level itu tidak mampu di break-down maka pola Bullish Swing Movement akan terbentuk.
 
Jika harga mampu menembus di atas 159.00 maka target selanjutnya ada di kisaran 159.20 - 159.40, namun jika melihat kondisi pasar yang minim data makro yang signifikan, maka kemungkinan bisa terjadi reversal minor atau sideway.
 
 
Disclaimer: Informasi yang disampaikan dalam artikel ini hanya bertujuan sebagai referensi dan edukasi pasar, bukan merupakan saran investasi atau ajakan untuk melakukan transaksi. Penulis dan pihak terkait tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini.