Logo
Home
Products
Trading
Insights
Campaigns
About Us
imgimg
Market Analysis
Market Insight: Sentimen Negatif Hantui Ekuitas Eropa di Tengah Rilis Kinerja Emiten Besar
Market Insight: Sentimen Negatif Hantui Ekuitas Eropa di Tengah Rilis Kinerja Emiten Besar
KVB Futures Indonesia · 13.6K Views
 
Meningkatnya kekhawatiran terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz yang meredam sentimen investor sejak meletusnya konflik di wilayah Timur Tengah, masih memberikan tekanan terhadap saham-saham Eropa, di tengah para pelaku pasar yang menilai musim laporan pendapatan perusahaan.
 
Indeks pan-European STOXX 600 mencatat penurunan 0.2% saat pembukaan, yang memberikan cerminan sikap hati-hati yang lebih luas dari para pelaku pasar, dimana Sebagian besar pasar regional Utama menujukkan tren penurunan, dengan indeks DAX Jerman dan FTSE 100 London yang masing-masing mencatat penurunan 0.2% dan 0.5%.
 
Sebelumnya pasar mencerna langkah Presiden AS Donald Trump yang membuat pengumuman secara sepihak di Selasa kemarin mengenai AS yang memperpanjang gencatan senjata sampai kedua belah pihak melakukan pembahasan proposal Iran dalam pembicaraan damai guna mengakhir perang yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir.
 
Saham terus mencatatkan penurunan di tengah harga minyak mentah yang terus mengalami lonjakan, dimana minyak berjangka jenis Brent naik lebih dari 1% dan kembali ke kisaran $100 per barel, yang pada akhirnya mampu memberikan dukungan bagi saham-saham berbasis energi yang berhasil naik 0.6%.
 
Sementara itu saham sektor telekomunikasi berhasil menjadi yang paling tangguh, dengan mencatatkan kenaikan sekitar 1.2%, sedangkan saham-saham di sektor perbankan justru mengalami keterpurukan dengan penurunan hingga sebesar 1.1%.
 
Selain itu para investor tengah mengamati puncak musim laporan keuangan perusahaan di Eropa, sekaligus mencerna laporan tersebut guna mendapatkan wawasan mengenai bagaimana dan sejauh mana konflik di Iran memberikan pengaruh terhadap bisnis dan prospek masa depan di berbagai industry
 

 

Nestle Melonjak Seiring Prospek Pertumhuhan

 

Hal ini terlihat dari saham Nestle yang mengalami lonjakan kenaikan sebesar 6% setelah perusahaan makanan kemasan tersebut mampu mempertahankan propek pertumbuhan mereka selama periode setahun terakhir hingga sebesar 3% - 4%.
 
Sedangkan saham L'oreal mencatat kenaikan hingga 8% setelah grup kosmetik asal Perancis tersebut mampu membukukan pertumbuhan penjualannya selama periode kuartal pertama sebesar 6.7%, yang merupakan pertumbuhan kuartal mereka yang tercepat dalam 2 tahun terakhir.
 
Perusahaan yang bergerak di bidang pertahanan, Saab mencatat penurunan 3%, pasca merilis laju pemesanan selama kuartal pertama sebesar 18.2 milliar Krona Swedia, yang menjadi penurunan lebih dari 5% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Dimana produsen perangkat keras militer tersebut telah mengatakan bahwa pihaknya telah menerima pesanan besar yang jauh lebih sedikit dalam tiga bulan hingga Maret, namun mereka justru mampu mencatat pesanan menengah.
 
Sentimen pasar juga terpangaruh oleh Jerman yang memangkas perkiraan pertumbuhan ekonominya untuk tahun ini hingga separuhnya, menyusul para pejabat mengatakan bahwa mereka saat ini memperkirakan ekonomi Jerman hanya mampu tumbuh 0.5% di tahun ini, sedangkan untuk tahun 2027 mendatang laju GDP Jerman dipangkas dari 1.3% menjadi hanya 0.9%.
 
Pihak Kementerian Jerman menyebutkan bahwa konflik yang terjadi di Iran serta penutupan Selat Hormuz sebagai alasan penurunan perkiraan pertumbuhan, sekaligus menyampaikan bahwa Jerman saat ini telah mengalami kenaikan biaya hidup bagi sektor rumah tangga dan bisnis.