

Market Analysis
Market Insight: Waspada Volatilitas! Gejolak Pasar Global Diprediksi Akan Dipicu Sejumlah Faktor Utama
Market Insight: Waspada Volatilitas! Gejolak Pasar Global Diprediksi Akan Dipicu Sejumlah Faktor Utama
KVB Futures Indonesia · 8.6K Views

Memasuki sesi perdagangan di hari terakhir pekan ini, sejumlah event pasar menjadi trigger terbentuknya fluktuasi di pasar, yang diawali oleh kembali meletusnya bentrokan antara AS-Iran di dekat Selat Hormuz, yang sempat menarik ekuitas global mengalami tekanan turun yang signifikan. Dalam catatannya Henry Allen selaku ahli strategi di Deutsche Bank, menyampaikan bahwa pasar masih belum memperhitungkan skenario terburuk, artinya pasar masih menantikan data sektor tenaga kerja AS yang akan dirilis malam hari nanti.
Selain itu masih ada beberapa event pasar yang akan menjadi penggerak pasar di sepanjang sesi perdagangan Eropa hingga perdagangan AS malam nanti.
Diantaranya adalah ;
1. Harga Minyak Turun Setelah Bentrokan AS-Iran
Sejak sesi perdagangan awal Asia tadi pagi, harga minyak mentah kembali turun setelah sebelumnya melonjak saat terjadinya bentrokan antara pasukan AS dan Iran di Selat Hormuz. Minyak mentah jenis Brent bahkan sempat melonjak hingga 3%, sebelum pada akhirnya menghapus keuntungan dan kembali diperdagangkan di Bawah $100 per barel.
Adapun peningkatan ketegangan ini telah memberikan guncangan pasar yang hanya berselang beberapa hari setelah Washington dan Teheran memberi sinyal tercapainya kerangka perjanjian perdamaian yang lebih luas.
Presiden AS Donald Trump tetap bersikeras bahwa gencatan senjata yang telah berlangsung selama sebulan akan tetap terjaga, meskipun terjadi baku tembak yang membuat harga minyak mentah tetap berada di jalur penurunan mingguannya sekitar 7%, saat tingginya harapan tercapainya kesepakatan dalam diplomasi keduanya.
2. Trump Bersiap Untuk Pertemuan Dengan Tiongkok
Isu terkait kondisi geopolitik menjadi agenda pembicaraan antara Presiden Trump dengan Presiden China Xi Jinping, yang akan melakukan pertemuan puncaknya minggu depan bertempat di Beijing. Pertemuan ini akan menandai kunjungan Presiden AS untuk pertama kalinya sejak 2017 dan terjadi di tengah kondisi yang sensitif bagi pasar global, dimana diskusi keduanya akan difokuskan pada konflik Iran, ketegangan perdagangan serta koordinasi ekonomi antar kedua negara.
CNBC melaporkan bahwa anggota delegasi bisnis yang akan ikut bersama Trump kemungkinan hanya dalam jumlah kecil dibandingkan beberapa bulan terakhir. Investor juga akan mencermati rencana kunjungan balik Xi Jinping ke AS di masa mendatang.
3. Saham Eropa Dan Asia Menjauh Dari Level Tertinggi
Pasca penurunan Wall Street dari puncak tertingginya pada sesi perdagangan Waktu AS semalam, mayoritas bursa saham Asia mendapat imbas penurunan dimana Pasar Korea dan Jepang melemah dari level tingginya akibat ketegangan yang sempat kembali meningkat di Timur Tengah, dan pada akhirnya meredam sentimen risk-on.
Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup 0.2% lebih rendah, sementara indeks saham Kospi Korea justru berhasil mengurangi kerugian di awal pembukaan perdagangannya dan ditutup sedikit lebih tinggi.
Sedangkan bursa Eropa mendapatkan imbas dari turunnya indeks STOXX 600 yang jatuh hingga 0.9% di sesi awal perdagangannya, setelah militer AS melaporkan telah mencegat serangan yang menargetkan tiga kapal perang mereka di dekat Selat Hormuz.
Namun demikian indeks berjangka AS berhasil mencetak pencapaian positif di hari ini, seiring indeks S&P 500 diperdagangkan dengan pergerakan sekitar 0.3% lebih tinggi, menjelang dirilisnya laporan Non farm Payroll malam nanti.
4. Non-Farm Payroll Menjadi Fokus Perhatian Pasar
Memasuki sesi perdagangan Eropa sore hari ini, fokus perhatian para pelaku pasar akan tertuju pada laporan pekerjaan AS, guna mendapatkan petunjuk yang lebih pasti terkait perekonomian AS serta arah kebijakan Federal Reserve.
Pencapaian NFP bulan lalu berhasil mencatat angka tertingginya dalam 15 bulan terakhir di 178 ribu, sementara para ekonom memperkirakan jumlah pekerjaan bulan April hanya akan meningkat sekitar 62 ribu, yang secara keseluruhan menandai angka positif secara beruntun sejak Mei tahun lalu, sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap stabil di kisaran 4.3%.
5. Earning Report Perusahaan Software Mendorong Pasar Saham
Serangkaian laporan laba pendapatan dari sejumlah perusahaan perangkat lunak berpotensi menimbulkan pergerakan saham di sesi perdagangan hari ini, dimana saham Akamai melonjak hamper 30% di sesi perdagangan pre-market setelah mereka mengumumkan kesepakatan cloud system untuk jangka panjang senilai $1.8 milliar dengan penyedia model AI terkemuka. Sementara itu saham Bill Holdings mencatat keuntungan 12% setelah pihaknya melaporkan pendapatan dan laba di tingkat kuartal yang melebih ekspektasi, menyusul biaya transaksi dan pelanggan yang lebih kuat.
Namun sejumlah saham perusahaan perangkat lunak lainnya justru mengalami penurunan yang cukup tajam, seperti HubSpot, Trade Desk dan Cloudflare, yang semuanya mencatat penurunan hingga dua digit setelah meluncurkan laporan keuangan mereka.

