

Market Analysis
Market Insight: Analis Goldman Sachs Nyatakan Masih Optimis Terhadap Tren Bullish Emas Dunia
Market Insight: Analis Goldman Sachs Nyatakan Masih Optimis Terhadap Tren Bullish Emas Dunia
KVB Futures Indonesia · 3.9K Views

Di tengah tekanan bearish yang masih mendominasi harga Emas dunia akibat dari lonjakan inflasi yang berawal dari kenaikan harga minyak akibat konflik Timur Tengah yang masih berlanjut, lembaga keuangan Goldman Sachs masih tetap mempertahankan optimismenya terhadap harga Emas, sekaligus menegaskan target harga Emas di akhir tahun di kisaran $5400 per troy ounce, setelah mereka menaikkan perkiraan pembelian Emas oleh bank sentral serta memperkirakan peningkatan pembelian hingga akhir tahun ini.
Goldman Sachs telah memperbarui perkiraan terkait permintaan Emas oleh bank sentral di jangka pendek, setelah menemukan bahwa secara sistematis telah mengesampingkan pembelian Emas sebagai cadangan sejak bulan Agustus 2025 lalu, dalam hal ini perkiraan jangka pendek secara rata-rata 12 bulan, berada di angka 50 ton per bulan di bulan Maret lalu, mencatat kenaikan tajam dari 29 ton per troy ounce sebelumnya.
Sebuah data terbaru menunjukkan kenaikan ekspektasi kenaikan pembelian Emas oleh bank sentral, menunjukkan angka 66 ton selama bulan Januari, lebih tinggi dari perkiraan semula di angka 12 ton dalam laporan perkiraan sebelumnya.
Revisi ini terjadi di tengah kesenjangan yang semakin besar antara harga Emas dengan apa yang tercatat dalam data perdagangan Inggris, dimana meskipun arus Emas keluar dari brankas London mengalami peningkatan, namun statistik ekspor Inggris tidak lagi sepenuhnya mencerminkan pergerakan tersebut, yang menunjukkan bahwa sebagian transaksi Emas pemerintah Inggris telah berhenti tercatat.
Perkembangan Geopolitik Akan Memperkuat Diversifikasi
Lina Thomas dan Daan Struyven selaku ahli strategi di Goldman Sachs, dalam sebuah catatannya mengatakan bahwa pihaknya telah menyesuaikan perkiraan dengan menambahkan selisih antara arus keluar Emas dari brankas di London serta ekspor bersih Inggris sebagai arus Emas pemerintah yang tidak tercatat.
Pembelian Emas oleh bank sentral diperkirakan oleh pihak Goldman rata-rata sebanyak 60 ton per bulan hingga akhir tahun 2026 ini, sembari mengutip hasil survei dari bank sentral yang menunjukkan minat mendasar yang kuat terhadap Emas serta mengatakan bahwa perkembangan geopolitik baru-baru ini kemungkinan akan memperkuat diversifikasi dari waktu ke waktu, baik untuk pihak bank sentral maupun untuk investor swasta.
Namun demikian para ahli strategi bersikap lebih berhati-hati di jangka pendek, dimana likuiditas Emas yang tinggi telah menjadikannya sumber kas alami jika investor swasta tengah menghadapi kebutuhan likuiditas, yang menggarisbawahi risiko adanya aksi jual jika pasar ekuitas berada di bawah tekanan dari suku bunga yang lebih tinggi atau ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah yang berkaitan dengan ketidakpastian geopolitik.
Mekanisme perkiraan harga Emas dari Goldman Sachs bergantung pada data bea cukai Inggris, karena OTC market London merupakan tempat dari sebagian besar transaksi Emas pemerintah dilakukan. Dikarenakan Inggris tidak memiliki produksi Emas domestik yang signifikan, maka semua Emas yang diperdagangkan harus diimpor dan kemudian disimpan di brankas London atau diekspor, sehingga data arus perdagangan menjadi indikator yang berguna untuk melacak kemana Emas itu sampai.

