

Market Analysis
Market Analysis 2 Juni 2026: Mata Uang Yen Tetap Tertekan Ditengah Rencana Stimulus Fiskal Jepang
Market Analysis 2 Juni 2026: Mata Uang Yen Tetap Tertekan Ditengah Rencana Stimulus Fiskal Jepang
KVB Futures Indonesia · 6.5K Views
Fundamental
Surat kabar Mainichi melaporkan bahwa pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan untuk memberlakukan kebijakan pemotongan pajak penjualan makanan sebesar 8% selama dua tahun, yang akan diberlakukan mulai April tahun depan, yang mana jangka waktu ini akan memungkinkan pemerintahan di bawah pimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk mempromosikan kebijakan pemangkasan pajak menjelang pemilihan umum kota yang dijadwalkan berlangsung di April 2027 mendatang.
Takaichi berjanjii di bulan Januari untuk menghapus pajak penjualan makanan sebesar 8% selama dua tahun untuk membantu sektor rumah tangga mengatasi kesulitan akibat meningkatnya biaya hidup, dan rincian terkait rencana ini akan dibahas pada pertemuan antara partai yang berkuasa dengan pihak oposisi, akan tetapi Menteri Ekonomi Minoru Kiuichi menolak berkomentar saat ditanya mengenai laporan media tersebut.
Pengumuman mengenai kebijakan pemangkasan pajak yang disampaikan telah menyebabkan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah di bulan Januari, seiring para investor yang melihat rencana tersebut sebagai sesuatu yang akan memperburuk keuangan Jepang yang saat ini tengah mengalami keterpurukan.
Teknikal

Berdasarkan chart USDJPY dalam timeframe H1, dapat terlihat bahwa pergerakan pasangan mata uang tersebut untuk saat ini masih menunjukkan kecenderungan bullish meskipun mulai memasuki area resistance dan overbought jangka pendek, yang dikonfirmasi oleh harga yang bergerak di atas kombinasi SMA 32 (biru) yang mengindikasikan tren naik masih dominan, dimana struktur higher high dan higher low masih terjaga.
Pergerakan candlestick masih berada dekat upper band dari Bollinger Bands, yang menandakan momentum bullish masih kuat, namun harga sepertinya sudah berhimpitan dengan upper band maka ada potensi terjadinya pullback jangka pendek.
Sementara momentum indikator seperti MACD yang masih menunjukkan pergerakan di area positif dan belum menunjukkan crossing bearish yang kuat, sedangkan signal dari Stochastic Oscilator terpantau rebound dari area tengah dan mulai bergerak naik, sehingga kedua indikator memperkuat momentum bullish yang masih belum surut.


