Logo
Home
Products
Trading
Insights
Campaigns
About Us
imgimg
Market Analysis
Market Insight: Langkah Strategis Apple Siapkan Generasi iPhone Terbaru Guna Dominasi Pasar Gadget Global
Market Insight: Langkah Strategis Apple Siapkan Generasi iPhone Terbaru Guna Dominasi Pasar Gadget Global
KVB Futures Indonesia · 4.4K Views
 
Perusahaan raksasa teknologi asal AS, Apple Inc. berencana meluncurkan 5 seri produk iPhone terbarunya dalam rentang waktu semester kedua tahun ini hingga semester pertama tahun 2027 mendatang, sembari meningkatkan rencana produksi untuk perangkat foldable devices, seiring upaya mereka untuk merebut pangsa pasar yang lebih besar di tengah kekurangan pasokan komponen di seluruh industri.
 
Dalam laporan yang dirilis oleh Nikkei Asia disebutkan bahwa produsen perangkat telekomunikasi yang berbasis di Silicon Valley tersebut telah mengeluarkan instruksi kepada para pemasok untuk bersiap memproduksi sekitar 10 juta unit iPhone lipat di tahun ini, yang mencatat kenaikan dari perkiraan sebelumnya sebesar 7 juta hingga 8 juta unit.
 
Untuk itu menjelang peluncuran produk foldable devices (perangkat iPhone lipat) mereka untuk pertama kalinya, pihak Apple telah mengamankan komponen untuk sekitar 80 juta unit smartphone, yang tersebar di berbagai model baru selama rentang waktu semester kedua tahun ini.
 
 
 

Produksi Apple Masih Lebih Kuat Dibanding Pesaingnya

 
 
Sepanjang tahun 2026 ini dilaporkan untuk total produksi smartphone Apple diperkirakan akan melebihi 220 juta unit, dimana skala dan daya beli Apple dalam pengadaan komponen dan memory chip masih tetap jauh lebih kuat dibandingkan sebagian besar perusahaan kompetitornya, bahkan saat terjadi kekurangan pasokan yang disebabkan oleh permintaan terkait teknologi AI melanda industri global saat ini.
 
Setidaknya hal ini memungkinkan Apple untuk mengatasi kekurangan pasokan dengan lebih baik dibandingkan perusahaan pesaingnya asal Tiongkok seperti Xiaomi, Oppo dan Vivo, yang mana masing-masing dari mereka telah memangkas target produksi tahunannya hingga di bawah 100 juta unit.
 
Salah seorang eksekutif di perusahaan pemasok komponen untuk Apple dan Xiaomi menjelaskan kepada Nikkei Asia, bahwa jika dibandingkan dengan daya tawar dari Apple, maka para produsen smartphone asal Tiongkok masih berada dalam posisi yang lemah dalam hal mendapatkan lebih banyak pasokan memory chip atau dalam hal menaikkan harga, sehingga hal ini memberi motivasi yang baik kepada Apple untuk meluncurkan iPhone di musim semi serta mengambil lebih banyak pangsa pasar smartphone global.
 
Langkah Apple untuk mengamankan komponen terjadi saat kekurangan memori di seluruh industri smartphone global, di tengah permintaan dari pusat data AI yang menyebabkan terjadinya kenaikan biaya di seluruh industri saat ini.

 

Apple Berencana Mendapat Pasokan Chip Dari Tiongkok

 

Bloomberg melaporkan bahwa Apple tengah dalam pembicaraan untuk mendapatkan memory chip dari Tiongkok bagi perangkat yang akan dilepas ke pasaran, dari produsen memory chip asal Tiongkok ChangXin Mempry Technologies dan Yangtze Memory Technologies, yang keduanya merupakan produsen memory chip yang masuk ke dalam daftar Pentagin sebagai perusahaan yang diduga memberikan dukungan bagi militer Beijing, namun Apple belum memberikan konfirmasi terkait pembicaraan tersebut dan pihak Bloomberg juga melaporkan bahwa negosiasi masih berlangsung hingga saat ini.
 
Apple dilaporkan masih berupaya untuk memperluas basis pemasoknya dikarenakan mereka masih kekurangan komponen memory chip, dan hal ini telah membebani produksi di seluruh sektor elektronik konsumen, selain itu mereka juga berencana untuk memperkenalkan setidaknya dua seri iPhone terbarunya di semester pertama tahun 2027 mendatang, termasuk seri iPhone 18 standar dan iPhone Air terbarunya.
 
Rencana pengembangan produk yang lebih agresif dari Apple ini muncul setelah mereka menerapkan kenaikan harga untuk lini MacBook dan produk iPad mereka di pekan lalu, karena biaya untuk memory chip serta storage yang mengalami lonjakan, namun hingga berita ini diturunkan pihak Apple belum menanggapi permintaan komentar dari pihak CNBC.